“Mungkin kau perlu merasakan sakit, agar mengerti seberapa besar kau mencintai.” ~ saya

Satu-satunya kesamaan antara saya dan Lukman adalah kami tak gampang percaya lagi setelah satu kali dikhianati. Setelahnya, kami menjadi over-waspada. Atau kalau tidak, kami menjadi less-hope; tidak banyak berharap ketika menitipkan sesuatu padanya.

Karena bagi kami, tetap memberikan kepercayaan kepadanya sama saja dengan memberikan satu kali peluru untuk dia menembak kami, atau menyengaja memberikan punggung untuk ditikam dari belakang sekali lagi.

Termasuk soal cinta.

Continue reading “Hijrah Cinta, Agar Tidak Mudah Sakit Hati”