Search

Katakata Sukasuka

cerita, cita, dan cinta.

Tag

rumah tangga

Teori tentang Jodoh-3: Ancer-ancer

Jodoh itu, seperti ancer-ancer. Anda tahu ancer-ancer? Ancer-ancer itu patokan. Kalau menuju ke suatu alamat yang sama sekali baru, biasanya orang Jawa akan tanya, “Ancer-ancer rumahmu apa?” Ancer-ancer bisa diibaratkan petunjuk jalan, kalau mau ke sana harus lewat mana.

Continue reading “Teori tentang Jodoh-3: Ancer-ancer”

Laron-2 (antara Kenangan dan Harapan)

courtesy of yusufzed.wordpress.com

Kalau tidak dimakan pemangsa, laron yang kehilangan sayapnya akan kelaparan, lalu mati. Ia tak lagi bisa terbang, hampir putus asa menyeret lambungnya di atas tanah. Sayap-sayap itu patah karena rapuh, atau memang takdir yang mengharuskannya luruh.

Namun Ian tidak putus asa. Ian ingin menumbuhkan sayap-sayapnya lagi, meski tampaknya tidak mungkin. “Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, Fid,” ujarnya mantap.

Termasuk soal cinta.

Meskipun cinta itu pernah menerbangkannya tinggi ke awan, lalu menghempasnya keras ke atas tanah.
Continue reading “Laron-2 (antara Kenangan dan Harapan)”

Laron (Sebuah Kisah tentang Perpisahan)

“Mas tau nggak,” istrinya berkata suatu ketika, “laron itu hidupnya cuman sehari. Begitu mencapai lampu, tak lama dia mati.” Kenang sahabat saya tentang istrinya.
Continue reading “Laron (Sebuah Kisah tentang Perpisahan)”

Selingkuh: Selingan Keluarga Utuh

Saya bener-bener kaget ketika seorang teman nyeletuk soal singkatan kata “selingkuh”, yakni “selingan keluarga utuh”. Sekedar selingan, tapi keluarga tetep utuh–kalo nggak ketahuan, wkwk.. Kalau ketahuan? Ya nggak utuh lagi kali, ya. Continue reading “Selingkuh: Selingan Keluarga Utuh”

Cinta Empat Puluh Persen

“Ya Allah, cintakanlah aku kepada dia yang mencintaiMu.”
~ teman saya.

… .

Saat saya cerita ingin segera melamar pacar saya waktu itu, teman saya bilang, “Fid, orang pacaran itu ibarat drama. Banyak aktingnya. Banyak palsunya. Kalau mau jalani kehidupan yang sebenarnya, menikahlah.” Continue reading “Cinta Empat Puluh Persen”

Hijrah Cinta, Agar Tidak Mudah Sakit Hati

“Mungkin kau perlu merasakan sakit, agar mengerti seberapa besar kau mencintai.” ~ saya

Satu-satunya kesamaan antara saya dan Lukman adalah kami tak gampang percaya lagi setelah satu kali dikhianati. Setelahnya, kami menjadi over-waspada. Atau kalau tidak, kami menjadi less-hope; tidak banyak berharap ketika menitipkan sesuatu padanya.

Karena bagi kami, tetap memberikan kepercayaan kepadanya sama saja dengan memberikan satu kali peluru untuk dia menembak kami, atau menyengaja memberikan punggung untuk ditikam dari belakang sekali lagi.

Termasuk soal cinta.

Continue reading “Hijrah Cinta, Agar Tidak Mudah Sakit Hati”

Blog at WordPress.com.

Up ↑