Search

Katakata Sukasuka

cerita, cita, dan cinta.

Tag

partij

Pemira Tanpa Partai, Mungkinkah?

Empat tahun lalu, merupakan tonggak bersejarah pergerakan mahasiswa UNAIR. Ketika pemilihan umum raya (PEMIRA) mahasiswa UNAIR pertama kalinya diselengarakan. Pemira ini diawali dengan terbentuknya Konstitusi 2000 yang menjadi dasar bagi hampir setiap bentuk gerakan mahasiswa intra kampus.

Konstitusi hasil musyawarah itu, dihasilkan melalui kesepakatan perwakilan mahasiswa dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) se-Unair dan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEM F) serta Badan Legislatif Mahasiswa Fakultas (BLM F) se-Unair.

Tanggal 23-25 April 2004 melalui Musyawarah Mahasiswa (Musma) Unair di Asrama Haji Surabaya yang dihadiri oleh perwakilan UKM, BEM dan BLM Fakultas serta Komite Pembentukan Komisi Pemilihan Umun Mahasiswa (KPKPUM), disepakatilah Peraturan Pemira Unair. Setelah Musma Unair, KPUM mulai bertugas untuk melaksanakan Pemira Unair sesuai Peraturan Pemira Unair. KPUM ini terdiri dari 7 orang anggota. Mereka dipilih melalui open recruitmen oleh KPKPUM. Tentu saja mereka kemudian diangkat setelah fit and proper test oleh tim dosen yang ditunjuk oleh rektorat.

Continue reading “Pemira Tanpa Partai, Mungkinkah?”

Pertanyaan Seputar Pemira Tanpa Partai

1.Mengapa tidak menggunakan sistem partai? Karena kampus kita tidak memperbolehkan partai berdiri hingga waktu yang tidak ditentukan. Partai harus bubar setelah PEMIRA berakhir. Kenyataannya, banyak di antara anggota legislatif (anggota BLM) yang tidak aktif berasal dari unsur partai. Pertanggungjawaban partai tidak akan bisa diminta karena partai bubar. Akibatnya, keaktivan seorang anggota legislatif hanya bisa dipertanggungjawabkan secara moral, tidak secara hukum. Seorang anggota legislatif yang tidak aktif hanya bisa diingatkan, tidak bisa ditindak secara hukum, misalnya meminta partai yang bersangkutan melakukan recalling untuk mengganti anggota legislatif unsur partai yang bermasalah.

2.Mengapa tidak kita usulkan saja aturan yang membuat partai boleh exist sampai kapan pun, seperti di UGM? Ini lingkungan akademik. Lingkungan pendidikan, bukan politik. Kalaupun kita jadikan politik sebagai ajang pendidikan, politik seperti apa yang kita pelajari? Prof. Narko, ex-warek III pernah berkata, “Ini lingkungan akademik, biarlah terjaga kemurniannya.” Kita berharap pendidikan di sini untuk semua, merata dan lestari kemajuannya, tidak terganggu oleh kepentingan beberapa pihak saja. Artinya, mahasiswa yang menjadi salah satu penentu keberhasilan akademik tidak terkotak-kotak karena golongan dalam partai-partai. Empiris mengatakan, pemira menjadikan mahasiswa terkotak-kotak dalam golongan-golongan. Ini hal yang lebih melelahkan daripada PBL. Karena yang diperebutkan kurang nyata dibandingkan kegiatan akademik-non akademik lainnya. Banyak jajak pendapat yang kami lakukan menyebutkan, hiruk-pikuk PEMIRA tidak terbayar karena kontribusi BEM-BLM tak tampak dalam dinamika kampus.

Continue reading “Pertanyaan Seputar Pemira Tanpa Partai”

Blog at WordPress.com.

Up ↑