Search

Katakata Sukasuka

cerita, cita, dan cinta.

Tag

nikah

Cinta Empat Puluh Persen

“Ya Allah, cintakanlah aku kepada dia yang mencintaiMu.”
~ teman saya.

… .

Saat saya cerita ingin segera melamar pacar saya waktu itu, teman saya bilang, “Fid, orang pacaran itu ibarat drama. Banyak aktingnya. Banyak palsunya. Kalau mau jalani kehidupan yang sebenarnya, menikahlah.” Continue reading “Cinta Empat Puluh Persen”

Diperjuangkan atau Diikhlaskan?

Ketika aku memperjuangkan sesuatu, pada satu titik aku juga harus belajar mengikhlaskannya. – Mas NR.

Suatu ketika saya mengetahui bahwa seorang kakak kelas, yang telah lulus sebagai psikiater, kembali ke departemen kami sebagai staf dosen muda. Saya senang bukan main. Bukan apa-apa, karena sejak menjadi chief (tingkat akhir pendidikan, kakak kelas yang paling senior), ia adalah senior yang paling bersahaja, paling senang mendengarkan adik-adik kelasnya berkeluh kesah, dan paling pertama yang memberikan jalan keluar kepada kami yang masih junior ini. Ibarat spons, ia lah yang menyerap semua gundah gelisah kami tanpa terkecuali, tanpa sedikitpun ia merasa terbeban.

Saya ingat ia ingin memperdalam psikiatri anak, dan mendapat brevet konsultan dari bidang tersebut. Saya suatu kali pernah melihat surat rekomendasi untuk menempuh jenjang pendidikan itu di Jakarta, dan setelah menyelesaikannya, maka ia kembali ke Manado tempat asalnya. Oleh karena itu, kehadirannya di Surabaya sebagai staf dosen muda, merupakan kejutan tersendiri bagi kami. Sempat saya bertanya, haruskah ia menunda cita-citanya sebagai psikiater anak itu, dengan pindah tempat kerja di Surabaya.

Continue reading “Diperjuangkan atau Diikhlaskan?”

Sentimen Pernikahan

Wedding rings for web#1#Saya sedang sentimen. Ya, sentimen sama apa yang disebut pernikahan. Bukan karena sentimen pada beberapa orang yang dengan gampangnya menjanjikan nikah kepada perempuan yang disukainya, atau karena nikmat menikah yang belum sampai pada saya, atau bahkan berita artis-artis yang gampang nikah-cerai. Tapi karena saya ditinggal nikah.

Continue reading “Sentimen Pernikahan”

Temanku Ingin Nikah

This story has been legally permitted for publishing in such social network program. Author had the copyrighted writing and everyone can copy-paste this article to response each life as humanity actions. Insya Allah saya sudah minta ijin kepada yang bersangkutan, malah beliau mendukung untuk saya tulis di blog.

True_Love_Forever “Mas, sepertinya aku harus membatalkan janjiku sendiri. Mulai sekarang aku harus memutuskan hubungan dengan dia, karena memang sudah merasa tidak sanggup memegang janji itu lebih lama lagi. Bukan berarti aku putus asa, memang dari beberapa kejadian, sepertinya ada takdir lain yang dipersiapkan untuk kami masing-masing. Aku pada awalnya menaruh harapan yang besar ketika kami punya visi yang sama. Setelah menjalin hubungan, makin lama aku mengenal dia, makin aku mengerti bahwa kami seharusnya saling berdekatan dengan cara lain. Namun aku sama sekali belum siap untuk cara yang baru aku kenal itu. Aku tidak bisa lagi bertahan kalau dalam setahun-dua tahun ini tidak mejalin hubungan sama dia.”

Dia mengatakannya dengan berdiri di ambang pintu kamar saya, dan saya serta merta berhenti blogwalking. Saya mengikutinya menuju kamarnya, lalu kami duduk bersama di depan sebuah nampan berisi roti yang sudah dipersiapkannya. “Kamu serius, Bram?”

“Iya, Mas, Insya Allah. Tadi pagi sudah bicara banyak sama mama. Mama sebenarnya setuju aku nikah, tapi belum siap untuk dananya. Lagipula, aku mulai tidak kuat kalau harus mengambil keputusan bertahan untuk tidak berkomunikasi dengannya sama sekali. Menurutku itu tidak masuk akal.”

Sekitar hampir satu setengah tahun Brama berkenalan dengan gadis itu. Awal perkenalannya cukup unik, yakni melalui Friendster.

Continue reading “Temanku Ingin Nikah”

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑