Search

Katakata Sukasuka

cerita, cita, dan cinta.

Tag

masehi

Kalender Hijriyah

hijriah_wp.php Saya terheran-heran waktu liat kalender hijriyah yang baru saya pasang tadi sore, sudah berubah tanggal. Jelas-jelas kalender tadi masih ada di angka 12 bulan Safar, sekarang sudah tanggal 13 bulan Safar. Apa memang secepat itu berubah? Kesalahan setting? Saya cek lagi di websitenya, saya cocokkan dengan widget text lewat dashboard, insyaAllah tidak ada kesalahan copy-paste linknya.

<div align="center">
<a href="http://hijriah.jentayu.com&quot; target="_blank">
<img src="http://hijriah.jentayu.com/hijriah_wp.php?
bg=1" border="0">
</a>
</div>

(dengan warna kalender yang bisa diganti-ganti, cukup mengganti value pada “bg” dari 1, 2, dst… di blog saya kalo ngga salah pake bg=5)

Oh, saya baru ingat. Penanggalan Hijriyah memang sudah berganti hari ketika magrib menjelang. Bukan pukul 12malam seperti penanggalan masehi. Karena penanggalan hijriyah dibuat menurut hitungan bulan, maka tiap adzan magrib berkumandang saat senja menjelang, itulah pergantian hari baru seorang muslim.

Menurut perhitungannya, kalender Hijriyah tidak meninggalkan sisa hari sebagaimana kalender masehi, yang sebagai akibatnya tiap empat tahun ada kompensasi satu hari di bulan Februari. Kalender Hijriyah yang menurut perhitungan peredaran bulan, tiap bulannya pas antara 29 hari atau 30 hari. Tidak ada sisa hari di tiap tahunnya.

Lalu, kapan kah kita benar-benar menggunakan kalender Hijriyah sebagai patokan waktu keseharian, khususnya bagi seorang muslim? Kayanya emang belum ada yang bener-bener memproduksi secara masal kalender Hijriyah, ya. Yang sering saya temui, paling banter kalender kombinasi tiga penanggalan: Masehi, Hirjiyah, dan Jawa. Tentu saja dengan penanggalan Hijriyah yang dibuat kecil side-by-side dengan penanggalan Jawa.

Mari galakkan penanggalan Hijriyah! Hidup mahasiswa! *loh, ga nyambung… :-P*

Tahun Baru

Place/Date/Time: Green House/Isnaini, 1 Muharram 1430H/6:28pm

Tahun ini tidak ada gempita untuk pergantian sebuah angka.

Sepi, entah memang sepi atau sedang melantun dzikir.

Tetap sepi.

Yang ada hanya toa-toa cempreng masjid mengumandangkan namaNya,
tidak ada bass, tidak ada vibe, yang ada hanya echo dan treble yang terlalu sangat.

Cempreng,

tapi lantun demi lantunnya tetap echo di hati kami.

***

World, met Muhasabah demi perbaikan diri, ya…

Sukses di 1430H…!

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑