Search

Katakata Sukasuka

cerita, cita, dan cinta.

Tag

family

Kartiniku, Penyejuk Hatiku

Kadang menjadi obsesif itu ada gunanya. Kamu tahu obsesif, Bro? Obstruksi saluran fifis. Eh, salah. Obsesif itu memikirkan sesuatu berulang-ulang. Seperti aku yang memikirkan kamu. Iyaa, kamuu. Sampai aku terganggu. Itu obsesif. Kalau belum terganggu, bukan obsesif namanya. Kangen aja. (Ini nulis apa, sih?) Continue reading “Kartiniku, Penyejuk Hatiku”

Libur Lebaran di Pasir Putih, What a Heaven!

Duit… penting ngga seh?

vinzhe-IDR edit

Saya sedang membaca buku tentang Pelatihan Salat Khusyu, sementara pikiran saya melayang-layang ke tiga sebuah proposal bisnis yang sedang saya geluti. Saya membuka kembali buku itu, di dalamnya disebutkan:

“Secara fitrah manusia menginginkan ketenangan, kedamaian dan kebahagiaan dalam hidupnya. Peluang itu sebenarnya bisa diraih kapan saja, tanpa harus bersusah payah mencari sesuatu yang berharga mahal untuk memenuhinya. Sering kita mengalami hal ini dengan paradigma yang keliru, bahwa kebahagiaan itu hanya bisa diraih dengan uang (materi) atau harus menjadi orang kaya terlebih dahulu baru kita akan mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan. Pemahaman seperti ini sudah tentu mengalami distorsi makna. Padahal kebahagiaan, ketenangan, cinta dan rindu itu bersifat sederhana dan konkrit. Potensi sebenarnya ada pada diri kita sendiri. Banyak orang yang bingung mencari potensi tersebut atau menggunakan cara yang sulit untuk memperolehnya. Anda telah membuktikan dan merasakan ketika Anda mengalami cinta pertama. Bukankah Anda mendapatkan keadaan itu tanpa perlu mencarinya dengan istilah dan definisi dalam kamus bahasa pengetahuan. Terkadang ia muncul begitu saja memenuhi ruangan hati tanpa kta minta. Terkadang pula ia hilang lenyap tanpa jejak sehingga sulit dicari kembali. Akhirnya kita mencoba keluar dari diri kita dengan cara bermacam-macam untuk menemukannya kembali.”

Pun, seorang teman yang sama-sama berkubang di profesi kesehatan mengatakan, “Apa kamu mau cuma dihargai sebatas gaji?”

Saya pernah mencibir ketika babe saya sendiri enggan masuk kantor jika tak mendapat uang lembur. Beliau kemudian berkata bahwa, lebih baik menghabiskan waktu di rumah daripada bekerja tanpa upah. *meski pada akhirnya beliau berangkat setelah mendengar temannya kesusahan mengerjakan laporan bulan ini!*

Saya sedang menjalani stase di psikiatri, dan mendapati bukan satu-dua pasien yang mengalami kepribadian terpecah (skizofrenia) karena harta. Ada yang gara-gara anaknya sembarangan menggunakan kartu kredit ayahnya, isterinya ngopeni cem-cemane dari uang suaminya, dan seterusnya. *believe it or not, apa yang ditampilkan di sinetron dan termehek-mehek memang terjadi di dunia nyata! Pasien-pasien saya buktinya :|*

Fine. Bagi saya, uang tetap penting. Meski bukan yang terpenting. Apa yang disebutkan dalam buku Pelatihan Salat Khusyu tadi, adalah batasan kebahagiaan untuk diri sendiri. Ukuran bagi seseorang untuk membahagiakan diri sendiri. Bahwa kebahagiaan tidak diukur dengan banyak sedikitnya harta, tapi seberapa besar kedamaian yang dirasai dalam hati.

Bagaimana tentang membahagiakan banyak orang? Mas Tsalis, teman kos saya berkata, membahagiakan orang lain pun tidak perlu dengan uang. Percuma banyak uang jika hanya menjadi tetangga yang menyusahkan. Tapi susah juga kalau jadi tetangga yang miskin yang selalu jadi bahan dikasihani tetangga lainnya dan jadi sasaran zakat-infaq-sadaqah. So, sebaiknya bagaimana? Kata Mas Tsalis, lebih baik jadi tetangga yang tidak merepotkan, syukur-syukur kalau bisa membantu tetangganya.

Hmm… tidak, tidak. Menjadi tetangga yang baik memang baik, tapi lebih baik lagi kalau menjadi tetangga yang terbaik. Baik secara moral, juga finansial. Ya, ya. Pertanyaannya sekarang, bagaimana? Okelah, secara moral, setiap kita pasti bisa menjadi tetangga yang baik. Secara finansial, bisa kah kita membuat tetangga kita sukses bersama-sama? Sama-sama sukses, dan sukses bersama-sama!

Ya, bagi saya uang tetap penting. Meski bukan yang terpenting. Saya melihat banyak sekali yang bisa dilakukan untuk membantu orang lain, dan banyak uang membuat hal itu lebih konkrit. Sebut saja, semua kita yang ada di dunia ini memiliki potensi kebaikan hati yang sama besarnya, memiliki moralitas yang sama indahnya. Dengan modal yang berasal dari kantong saya sendiri, maka saya buatkan sekolah gratis khusus anak-anak usia esde, mendidik mereka dengan spiritualitas yang agung, mentalitas yang kuat, jiwa entepreneur yang dinamis, dan punya kemampuan “promosi-prevensi-kurasi” untuk masyarakat di sekitarnya. Saya dirikan juga sebuah masjid yang penuh dengan buku-buku sejarah Islam, akidah dan akhlaq, juga tentang fiqih dan syariah. Sekalian saya gaji para ustadnya dan saya jamin kesejahteraannya untuk mendidik banyak santri. Dari sekolah dan masjid ini nantinya melahirkan banyak sekali muslim yang sanggup memajukan masyarakat di sekitarnya, membawa cahaya agamanya yang terang, dan bersikap lembut terhadap sesama namun tetap tegas dalam memegang prinsipnya. Amiin!

Karenanya saya mempelajari tiga salah satu proposal bisnis perusahaan ini, ini, dan ini. Sebagai panduan untuk menjalankannya, sepertinya Cashflow Quadrant dan Rich Dad Poor Dad oleh R. T. Kiyosaki sangat bagus untuk dipelajari. 😉

ProductReflection_CFQ

My Happy Family

D

Surely, I’m really happy with em. 😉

If u had only one chance to say that u love em much, would u run for it? Ofkors, I do. I’ve been caught in my own circle activities, i missed em, but i never try to show this feeling off. I always say for my self, yes I love em, yes I do miss em. But if I never tell em, how can this feeling to be true?

Padahal ada teknologi telepon. Ah, saya cuma tidak pernah bilang aja. Bukan apa-apa, karena saya tak sanggup. Kalo ditelpon, bunda selalu tanya, “Kapan pulang?” Saya ndak tau kapan bisanya. Babe selalu tanya, “Sangunya cukup?” Saya malu minta lagi tapi belum mencukupi kewajiban saya buat pulang. Adek selalu komen, “Mas, FSmu kok ga diupdate, sih?” Saya cuma tertawa perih. Phew…

… .

*bener-bener kangen*

Lihat Langit Malam Ini

Sebuah surat yang dibuka kembali, karena dia tahu sang kekasih ada di sana, masih bersamanya. Demikian saat Allah mendekatkan hati mereka, dalam satu ikatan suci, nantinya. 

Place/Date/Time: Pink House/Kamis, 06032008/1:11am

sky n moon “Lihat langit malam ini, Sayang?

“Tanpa mendung, yang ada hanya barisan awan seperti sapuan kuas-kuasNya di angkasa. Seperti hubungan kita: sesaat tanpa mendung, tapi awan-awan yang dipendam itu akan mengumpul menjadi awan gelap dengan hujan dan guntur berkilat-kilat. Hari ini pun tak ada hujan, meski cuma gerimis. Yah, tak ada hujan pun tak ada pelangi. Tabah bersamaku saat gerimis dan hujan, ya. Kita akan ciptakan pelangi sendiri dengan bantuanNya.

“Langit malam ini yang berbinar dengan gemintang, secerah hidup kita bila sanggup meraih semua yang kita cita-citakan. Apa kita akan merajut cita bersama? Yah, bunga pun semakin indah jika dirangkai, seperti bunga pinggir jalan yang kutunjukkan padamu. Hanya soal waktu, Sayangku.

“Aku tidak akan mengatakan bahwa aku mencintaimu setiap hari, tapi aku sering memikirkanmu waktu bangun tidur dan akan tidur malam hari. Aku tanya dalam hati, anak ini sudah salat subuh/isya kah? Jika ada kesempatan, aku akan jadi imam salatmu, supaya kamu bangun dengan semangat dan tidur dengan senyum.

“Sukses buat masa depan kita ya, Sayang…”

Babe, Rokok, dan Idul Fitri

Place/Date/Time: Green House/Minggu, 28092008/14:22pm

Babe menarik napas dalam-dalam, hingga aroma anthurium yang sebenarnya tidak berasa apa-apa masuk ke dalam seluruh lapang paru-parunya, menggantikan semua asap dua batang rokok yang dihisapnya pagi-pagi tadi. Berbagai anthurium dikoleksi babe dan menyesaki hampir seluruh sudut kebun kami. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan semua anthurium itu, hanya saja ledakan hasratnya untuk membeli anthurium tidak sebanding dengan kecepatannya dalam menata satu per satu pot anthurium itu. Walhasil, kebun kami lebih mirip hutan belantara daripada disebut sebagai taman anthurium. Daripada kebun ini penuh sesak, sebaiknya babe menjual beberapa anthurium yang sudah tidak tren lagi. Lalu membeli beberapa pot sansiviera, yang katanya bisa menghisap asap rokok. Beberapa waktu terakhir di sela kepopuleran anthurium, tetumbuhan mini inimemang cukup digemari karena kelebihannya itu. Bahkan beberapa housing magazine menganjurkan meletakkan sansiviera di ruang tamu. Baik sebagai pemanis interior dan penyaring asap rokok. Agaknya, babe saya sendiri lah yang bertindak sebagai sansiviera-man, pemanis rumah sekaligus penghisap asap rokok.

Continue reading “Babe, Rokok, dan Idul Fitri”

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑