imageAda yang bilang kalau menulis itu adalah proses meluapkan perasaan si penulis. Ada juga yang bilang, penulis sedang bermain-main dengan perasaan orang lain, yang sedang dimasukkan menjadi perasaannya sendiri, hingga ia menulis seolah-olah itu adalah perasaannya sendiri. Saya pernah melakukan proses yang kedua, dimana saya bukanlah tokoh utama, tapi dalam tulisan saya menggunakan kata ganti ‘saya’ supaya lebih menjiwai perasaan orang lain yang sedang saya perankan. Tapi dalam tulisan ini, kata ganti ‘saya’ tidak lain adalah diri saya sendiri.

Continue reading “Oh, Maap, Saya Hanya Sedang Tidak Tahan”