Search

Katakata Sukasuka

cerita, cita, dan cinta.

Category

sekitar kita…

Tiket ke Surga

Pernah suatu ketika, saya mendengar ada ibu seorang kawan yang memborong habis dagangan penjual terompet di malam tahun baru. Teman kami yang lain bertanya, “Mobilmu penuh terompet, dong?” Continue reading “Tiket ke Surga”

Terlanjur Sakit Hati



Ada kisah menarik yang dipaparkan film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Film yang diangkat dari novel karya Hamka ini, menceritakan sepasang kekasih yang terpaksa berpisah karena cinta mereka tidak halal di mata adat. Saya tak ingin mengulas soal pernikahan beda adat, karena ada drama sakit hati yang lebih menarik untuk disimak.

Ya, drama sakit hati. 

Continue reading “Terlanjur Sakit Hati”

Suami

“Allahurabbi, kupercayakan segalanya hanya pada-Mu. Mudahkanlah bagiku membaca petunjukMu. Tenangkanlah hatiku.”, lanjutnya meminta, dalam batinnya.

Nindya et Memoria

“Apa lagi, Syifa? Bukankah punya pasangan sudah lebih dari cukup? Bukankah yang terpenting adalah kau tak sendiri lagi dan ada yang bersedia mendampingi? Itu kan alasan mengapa kita perlu seorang suami?”

“Ya Zahida. Memang benar. Suami memang untuk mendampingi. Tapi aku tak mau bila sekedar demikian.”

“Lalu apa lagi, Syifa? Kau ini rumit sekali.”

“…..
Zahida, yang aku inginkan, kelak, suami akan menjadi rumah tempatku pulang, meski entah ke manapun mungkin aku telah melangkah. Suami adalah tempatku pulang, saat segala peluh di luaran telah tercurah. Aku mau, suami adalah tempatku pulang dan bersandar. Yang aku mau, suami adalah imam bagiku, di mana aku bisa mencium tangannya dengan takzim dan penuh hormat. Bahwa betapapun kerasnya aku, aku akan kembali kepada fitrahku sebagai perempuan kala menjadi makmumnya. Mentaati segala bimbingannya.

Ah, Zahida. Mungkin memang benar aku ini terlalu rumit. Aku tau manusia tak ada yang sempurna. Oleh karenanya tak pernah kunanti yang…

View original post 230 more words

Selingkuh: Selingan Keluarga Utuh

Saya bener-bener kaget ketika seorang teman nyeletuk soal singkatan kata “selingkuh”, yakni “selingan keluarga utuh”. Sekedar selingan, tapi keluarga tetep utuh–kalo nggak ketahuan, wkwk.. Kalau ketahuan? Ya nggak utuh lagi kali, ya. Continue reading “Selingkuh: Selingan Keluarga Utuh”

Cinta Empat Puluh Persen

“Ya Allah, cintakanlah aku kepada dia yang mencintaiMu.”
~ teman saya.

… .

Saat saya cerita ingin segera melamar pacar saya waktu itu, teman saya bilang, “Fid, orang pacaran itu ibarat drama. Banyak aktingnya. Banyak palsunya. Kalau mau jalani kehidupan yang sebenarnya, menikahlah.” Continue reading “Cinta Empat Puluh Persen”

Syair Penjual Kacang

*Syair Penjual Kacang, dicopy-paste langsung dari status facebook teman saya, Agung Azizi, yang dia copas juga dari penulis aslinya, Cak Nun*

AL-HABIB, seorang yang dikasihi oleh banyak orang dan senantiasa didambakan kemuliaan hatinya, malam itu mengimami shalat Isya suatu jamaah yang terdiri dari para pejabat negara dan pemuka masyarakat.

Berbeda dengan adatnya, sesudah tahiyyat akhir diakhiri dengan salam, Al-Habib langsung membalikkan tubuhnya, menghadapkan wajahnya kepada para jamaah dan menyorotkan matanya tajam-tajam.

Continue reading “Syair Penjual Kacang”

Blog at WordPress.com.

Up ↑