cute eyesDalam sepersekian detik, mata setiap orang terhubung dengan hatinya. Apa pun yang dilihatnya diubahnya menjadi sinyal-sinyal, disampaikannya ke hati, untuk diberi makna atas apa yang dia mengerti. Demikian sebaliknya; prasangka apapun yang dirasa dalam hati, suka, duka, gembira, gundah gulana, dikembalikannya sebagai sinyal-sinyal lembut, sehingga menggerakkan jalinan otot wajah dalam kombinasi yang kompleks, dalam ritme yang teratur. Perubahan sedikit saja pada suasana hati, mampu mengubah kompleksitas susunan otot wajah yang demikian halus, menghasilkan sebuah ekspresi yang bisa dipelajari. Inilah bukti keberadaan hidup. Inilah yang memberikan warna dalam kehidupan: mata hati.

Saya pernah mencoba sekali bermain-main dengan mata. Saya memintanya duduk dihadapan saya, lalu saya bercerita panjang lebar tentang kampus dan perkuliahan. Pada saat yang tepat, saya utarakan bahwa saya menaruh rasa padanya. Tanpa puisi, tanpa lagu, tanpa bahasa romantis apapun. Apalagi rayuan cengeng. Semuanya dikemas dalam suasana yang kaku, seperti angin yang berdenting saat menabrak kaca jendela. Bergeming.

Continue reading “Mata, Mata Hati”