Arsip

Archive for the ‘neurology’ Category

Dua Sistem Arteri untuk Otak

Otak kita dirawat oleh dua sistem peredaran darah. Yakni sistem karotis yang terdapat di leher bagian depan dan sistem vertebrobasilaris yang terdapat pada leher bagian belakang.

Karena dua sistem arteri ini, pantas saja hewan kurban masih bisa lari-lari meski sudah disembelih begitu rupa. Pun, hukuman mati yang paling menyiksa ya hukum gantung. Demikian juga hukum tembak sampai mati yang ada di Indonesia. Otak kita belum sepenuhnya rusak pada 3 menit pertama, karenanya masih bisa merasakan sakit. Maka hukuman mati yang paling efektif ya hukum pancung karena secara total memotong dua sistem arteri tersebut. (Baiklah, bicara soal efektivitas hukuman mati tidak kita bahas di sini.)

Read more…

Pemeriksaan Penunjang untuk TIA dan Stroke

19 Januari 2009 Hafid Algristian 3 komentar

Pemeriksaan penunjang ini mendukung analisa faktor resiko yang mungkin muncul pada pasien TIA dan Stroke, terutama segala macam faktor yang terdapat pada sistem peredaran darah.

Kawan, sistem peredaran darah kita ini sangat luas cakupannya. Coba lihat, berawal dari jantung. Jika sistem jantung-paru kita bermasalah, bisa saja berdampak pada suplai darah ke otak. Karenanya perlu analisis X-foto polos dada untuk melihat gambaran umum kondisi jantung-paru, terutama rasio jantung dan rongga dada (CTR, cor-thorax ratio). Jika lebih dari 50%, maka terjadi pembesaran jantung. Jantung kita adalah segenggam otot yang memiliki struktur mirip seperti otot-otot bergaris yang ada di lengan dan paha kita. Seperti halnya para lelaki yang dengan mudah memperbesar gelendong otot di lengan dan dada, jika beban kerja jantung bertambah, bertambah pula ukurannya. Pembesaran jantung yang melebihi normal, tentu saja menunjukkan masalah pada kerja jantung.

Read more…

Transient Ischemic Attacks

19 Januari 2009 Hafid Algristian 3 komentar

Bapak kos kami terhuyung begitu saja dari tangga. Jagung untuk makanan burungnya berhamburan, airnya tumpah ke mana-mana. Beliau serta merta kami tangkap, dan kami bertiga jatuh bersama-sama, tertimpa tangga pula.

Tiba-tiba pandangannya kabur, tangan kanannya lemah sesaat. Tahu-tahu beliau jatuh. Bapak kos kami (L, 44) merasakan gelap sesaat, dan di antara gelap itu dia masih sempat meraih anak tangga, tapi tenaganya tidak cukup untuk mempertahankan berat tubuhnya. Dia hilang kesadaran, terhuyung berputar ke tepi tangga, badannya melayang di udara… sesaat kemudian dia bangun dan kami tergencet di bawahnya, kesakitan.

Tidak ada mual muntah, tapi mukanya pucat. “Pusing, Pak?”

“Engga…” ujarnya sambil memijit-mijit lengan kanannya.

“Kenapa, Pak?”

“Ngga tahu. Kok tangan saya ngga kerasa, ya?”

Read more…

kenapa malam hari kita ngantuk?

20 Agustus 2008 Hafid Algristian 2 komentar

Setiap hari berjalan begitu aja. Kita bangun tidur di pagi hari, beraktivitas di siang hari hingga sore, bahkan sampai larut malam. Tapi kenapa secara umum, kita bangun di pagi hari dan tidur di malam hari? Bahkan sejak kita masih kanak-kanak pun orang tua kita membiasakan kita untuk tidur di malam hari. Apa yang membuat kita secara otomatis merasa mengantuk di malam hari?

Adalah sebuah hormon yang disebut melatonin. Dalam tubuh kita, melatonin dihasilkan oleh sebuah kelenjar yang disebut kelenjar pineal. Kelenjar inilah yang mengatur irama bagun-tidur yang disebut irama sirkadian (sleep-wake alert, circadian circle).

Bagaimana cara hormon dan kelenjar ini bekerja?

Yakni bekerja berdasarkan rangsangan cahaya. Semakin meredup cahayanya, maka semakin banyak hormon ini dihasilkan. Semakin banyak hormon ini beredar ke seluruh tubuh, maka tubuh kita merespon dengan rasa kantuk. Mekanisme ini merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh, karena dengan beristirahat, tubuh kita memiliki cukup waktu untuk mereparasi sel-sel tubuh yang rusak.

Jika hormon ini bekerja berdasarkan rangsangan cahaya, apa pengaruhnya?

Yang paling sederhana, ada beberapa orang yang mengeluh harus mematikan lampu sebelum tidur. Ada yang hanya dengan menutup mata sudah bisa tidur. Semua adalah cara untuk mengurangi masuknya rangsangan cahaya. Inilah pentingnya penerangan yang cukup ketika belajar. Bagi pembaca yang ingin lembur malam, coba saja menyiapkan penerangan yang cukup agar rangsangan cahaya yang masuk bisa menghambat dihasilkannya hormon ini.

Selain itu, orang buta total mengalami kesulitan untuk mengatur irama sirkadiannya karena tak cukup rangsangan cahaya masuk ke dalam matanya.