Tentang Hormon Cinta
Yah… talking about love emang gada habisnya. Setiap orang, siapapun itu, experienced that amuse-thing. Kadang amusing, kadang hesitating, irritating, bahkan bisa juga addicting.
tergantung siapa yang mengalaminya. setiap orang akan bereaksi dengan cara yang berbeda, dan setiap orang punya alasan untuk bereaksi semacam itu. ada yang ngerasa dibodohi cinta karena membuatnya mengorbankan segalanya untuk yang dicinta, ada yang ngerasa cinta tu hanyalah rasionalisasi semu dari pembenaran-pembenaran hipokrit. ada pula yang merasa cinta adalah sesuatu yang agung, yang indah, yang terkadang sulit dijelaskan dengan kata-kata, hanya bisa dirasakan, dialami, karenanya hanya melalui pengalamanlah seseorang dapat mendefinisikan apa itu cinta. it comes up within anything we’ve ever experienced, so different people react with different way.
… .
ha ha ha…
paragraf di atas tuh muncul waktu jaman jahiliyah dulu. yah, jujur ajah, sewaktu aku bnr2 melakukan pembenaran-pembenaran yang ga semestinya ttg sesuatu yang ga seharusnya dilakukan. maksudnya, semata-mata untuk memberikan gambaran bahwa apapun komen dariku, silakan menilai itu benar atau salah berdasarkan latarbelakang yang kumiliki.
yup, Hajimemashitee… mari kita mulai.
firstly, kita spesifikkan ke hormon cinta. Apa itu hormon cinta?















Yang Baik Hati..