Arsip

Archive for the ‘science & technology’ Category

Kopi dan Diare

14 Oktober 2009 Hafid Algristian 16 komentar

biji kopi pilihan, samarkan bau diare

“Dia suka kopi…” ujarnya kali waktu, saat saya sedang follow up kondisi anaknya. “Kopi kental, gula banyak-banyak.” Saya membalas senyumnya. Sambil menaburkan kopi, sang ibu memijit-mijit kaki anaknya. “Bosnya sering mentraktir dia, Mas. Sampai subuh baru pulang ke rumah, dianter sama bosnya. Paginya kerja lagi sampai sore. Begitu terus hampir tiap hari.” Seluruh pinggang anaknya tertutup kopi. Mau bagaimana lagi, baunya begitu amis semerbak ke seluruh bangsal ini. Di sini memang sudah cukup lazim mengunakan kopi untuk menyamarkan bau amis diare pasien.

Read more…

Earthquake did not kill…

10 Oktober 2009 Hafid Algristian 12 komentar

I hate to say this thing. I hate this quote. I hate to hear news about this.
But earthquake did not kill the people. The bad building did it. I hate to say this, but this is the truth.

Read more…

Mata, Mata Hati

25 Agustus 2009 Hafid Algristian 12 komentar

cute eyesDalam sepersekian detik, mata setiap orang terhubung dengan hatinya. Apa pun yang dilihatnya diubahnya menjadi sinyal-sinyal, disampaikannya ke hati, untuk diberi makna atas apa yang dia mengerti. Demikian sebaliknya; prasangka apapun yang dirasa dalam hati, suka, duka, gembira, gundah gulana, dikembalikannya sebagai sinyal-sinyal lembut, sehingga menggerakkan jalinan otot wajah dalam kombinasi yang kompleks, dalam ritme yang teratur. Perubahan sedikit saja pada suasana hati, mampu mengubah kompleksitas susunan otot wajah yang demikian halus, menghasilkan sebuah ekspresi yang bisa dipelajari. Inilah bukti keberadaan hidup. Inilah yang memberikan warna dalam kehidupan: mata hati.

Saya pernah mencoba sekali bermain-main dengan mata. Saya memintanya duduk dihadapan saya, lalu saya bercerita panjang lebar tentang kampus dan perkuliahan. Pada saat yang tepat, saya utarakan bahwa saya menaruh rasa padanya. Tanpa puisi, tanpa lagu, tanpa bahasa romantis apapun. Apalagi rayuan cengeng. Semuanya dikemas dalam suasana yang kaku, seperti angin yang berdenting saat menabrak kaca jendela. Bergeming.

Read more…

Tips dan Trik Memilih Notebook

Original Post on: Agus Adianto’s Blog

22342

Sederhana dan terjangkau. Praktis dan mungil. Notebook mungil, atau netbook begitu sebutannya jika prosesornya dibuat Intel, dirancang sebagai sistem kedua yang bisa Anda masukkan ke dalam tas dan bawa ke mana-mana.

Notebook mungil mampu memberikan layanan Web, e-mail, dan aplikasi produktivitas dalam badan yang ukurannya tidak lebih dari sebuah buku agenda. Biasanya bobot perangkat kurang dari 1,5kg, dimotori prosesor hemat daya dari Intel atau VIA, punya layar 7” – 10”, memori 512MB – 1GB, storage berupa harddisk atau SSD (solid state disk), lengkap dengan sistem operasi Windows atau Linux.

Read more…

Kartun untuk Bocah Autis

19 Januari 2009 Hafid Algristian 1 comment

Taken from: http://multiply.com/m/item/nafazprint2002:journal:431 by muhammad zafran

LONDON – Selain terapi edukatif dan medis, kini ada metode yang lebih mudah dan menarik untuk membantu anak-anak autis. Yakni, serial film animasi The Transporters yang sengaja dikembangkan Autism Research Centre di Cambridge University. Satu paket terapi animasi itu terdiri atas 15 DVD yang masing-masing berdurasi lima menit.

Read more…

Pemeriksaan Penunjang untuk TIA dan Stroke

19 Januari 2009 Hafid Algristian 3 komentar

Pemeriksaan penunjang ini mendukung analisa faktor resiko yang mungkin muncul pada pasien TIA dan Stroke, terutama segala macam faktor yang terdapat pada sistem peredaran darah.

Kawan, sistem peredaran darah kita ini sangat luas cakupannya. Coba lihat, berawal dari jantung. Jika sistem jantung-paru kita bermasalah, bisa saja berdampak pada suplai darah ke otak. Karenanya perlu analisis X-foto polos dada untuk melihat gambaran umum kondisi jantung-paru, terutama rasio jantung dan rongga dada (CTR, cor-thorax ratio). Jika lebih dari 50%, maka terjadi pembesaran jantung. Jantung kita adalah segenggam otot yang memiliki struktur mirip seperti otot-otot bergaris yang ada di lengan dan paha kita. Seperti halnya para lelaki yang dengan mudah memperbesar gelendong otot di lengan dan dada, jika beban kerja jantung bertambah, bertambah pula ukurannya. Pembesaran jantung yang melebihi normal, tentu saja menunjukkan masalah pada kerja jantung.

Read more…

Transient Ischemic Attacks

19 Januari 2009 Hafid Algristian 3 komentar

Bapak kos kami terhuyung begitu saja dari tangga. Jagung untuk makanan burungnya berhamburan, airnya tumpah ke mana-mana. Beliau serta merta kami tangkap, dan kami bertiga jatuh bersama-sama, tertimpa tangga pula.

Tiba-tiba pandangannya kabur, tangan kanannya lemah sesaat. Tahu-tahu beliau jatuh. Bapak kos kami (L, 44) merasakan gelap sesaat, dan di antara gelap itu dia masih sempat meraih anak tangga, tapi tenaganya tidak cukup untuk mempertahankan berat tubuhnya. Dia hilang kesadaran, terhuyung berputar ke tepi tangga, badannya melayang di udara… sesaat kemudian dia bangun dan kami tergencet di bawahnya, kesakitan.

Tidak ada mual muntah, tapi mukanya pucat. “Pusing, Pak?”

“Engga…” ujarnya sambil memijit-mijit lengan kanannya.

“Kenapa, Pak?”

“Ngga tahu. Kok tangan saya ngga kerasa, ya?”

Read more…

kenapa malam hari kita ngantuk?

20 Agustus 2008 Hafid Algristian 2 komentar

Setiap hari berjalan begitu aja. Kita bangun tidur di pagi hari, beraktivitas di siang hari hingga sore, bahkan sampai larut malam. Tapi kenapa secara umum, kita bangun di pagi hari dan tidur di malam hari? Bahkan sejak kita masih kanak-kanak pun orang tua kita membiasakan kita untuk tidur di malam hari. Apa yang membuat kita secara otomatis merasa mengantuk di malam hari?

Adalah sebuah hormon yang disebut melatonin. Dalam tubuh kita, melatonin dihasilkan oleh sebuah kelenjar yang disebut kelenjar pineal. Kelenjar inilah yang mengatur irama bagun-tidur yang disebut irama sirkadian (sleep-wake alert, circadian circle).

Bagaimana cara hormon dan kelenjar ini bekerja?

Yakni bekerja berdasarkan rangsangan cahaya. Semakin meredup cahayanya, maka semakin banyak hormon ini dihasilkan. Semakin banyak hormon ini beredar ke seluruh tubuh, maka tubuh kita merespon dengan rasa kantuk. Mekanisme ini merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh, karena dengan beristirahat, tubuh kita memiliki cukup waktu untuk mereparasi sel-sel tubuh yang rusak.

Jika hormon ini bekerja berdasarkan rangsangan cahaya, apa pengaruhnya?

Yang paling sederhana, ada beberapa orang yang mengeluh harus mematikan lampu sebelum tidur. Ada yang hanya dengan menutup mata sudah bisa tidur. Semua adalah cara untuk mengurangi masuknya rangsangan cahaya. Inilah pentingnya penerangan yang cukup ketika belajar. Bagi pembaca yang ingin lembur malam, coba saja menyiapkan penerangan yang cukup agar rangsangan cahaya yang masuk bisa menghambat dihasilkannya hormon ini.

Selain itu, orang buta total mengalami kesulitan untuk mengatur irama sirkadiannya karena tak cukup rangsangan cahaya masuk ke dalam matanya.