
Asas praduga tak bersalah ternyata tidak berlaku di masyarakat.
Dunia semakin gila. Entah bagaimana yang terjadi di luar sana, yang jelas ini betul-betul terjadi di negara kita. Apakah skenarionya berhasil?
Saya termasuk orang yang jarang melihat tipi. Selain di kosan tidak ada tipi untuk berita-berita, berangkat pagi pulang petang sering membuat saya tidak menempatkan menonton berita sebagai prioritas utama. Namun sekalinya melihat berita di tipi, yang diberitakan selalu saja teroris. Penggerebekan, penangkapan, dan penculikan orang-orang yang dicurigai sebagai kaki tangan teroris.
Sayangnya, berita itu seringkali memuat opini berikut:
1. “Dia adalah guru mengaji. Dia sering mengumpulkan anak-anak seusia sekolah dasar di kampung untuk diajari mengaji. Dia juga sering mengadakan pengajian yang melibatkan pemuda-pemuda di kampungnya setiap seminggu sekali. Menurut warga, beberapa orang bergamis sering mengunjungi kontrakannya yang termasuk tertutup bagi tetangga di sekitarnya.”
2. “Lima warga negara Filipina diciduk di sebuah musala karena dicurigai sebagai kaki tangan teroris. Menurut laporan warga, kelima orang itu sering mengadakan pengajian di musala ini. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris, bahasa Arab, dan sesekali bahasa yang tidak dimengerti warga. Mereka sendiri menyebut musala ini sebagai markas mereka.”
3. “Bagaimana pendapat Bapak tentang penggerebekan Noordin M. Top ini, apakah kita sudah bisa bernapas lega?” “Saya patut mengucapkan selamat dan terimakasih kepada para polisi dan petugas yang telah bekerja keras, tapi kita belum bisa bernapas lega.” “Kenapa, Pak?” “Ya, bisa kita lihat di sekitar kita orang-orang yang bergaris keras itu bagaimana.” “Apakah mereka mengganggu, Pak?” “Ya, tidak. Tapi kan kita perlu hati-hati.”
…dan seterusnya lah…
Inilah yang saya khawatirkan pasca peristiwa ledakan itu. Bahkan sudut pandang warga pun sudah terpola bahwa mereka yang berpakaian gamis, sering mengadakan pengajian, punya tanda sujud di dahinya, berjenggot… adalah mereka yang patut dicurigai. Saya tidak ingin mengatakan masyarakat kita bodoh dan membeo, tapi memang skenario sederhana itu sanggup mempola mereka, sehingga punya semacam alarm untuk mengucilkan orang-orang dengan ciri tertentu. Rupanya di masyarakat mudah sekali berkembang presumption of guilt. Dan inilah yang dimanfaatkan oleh para pembuat skenario itu.
Skenarionya berhasil? Benarkah?
Saya pun tidak punya pengetahuan apa-apa, apakah itu betul skenario atau bukan. Yang jelas itulah yang terjadi di negara kita.












August 19th, 2009 at 12:16 pm
Assalamu’alaikum,
Setuju Mas, seharusnya asas praduga tak bersalah, tetap kita terapkan dalam pola kehidupan kita, cuma kalau masalah skenario atau bukan, saya tidak tahu pasti.
(Dewi Yana)
August 19th, 2009 at 4:48 pm
hmm…………….blue datang menyapa buat abang saja dech
met pusa ya
salam hangat selalu
August 19th, 2009 at 5:25 pm
Saya mengucapkan SELAMAT menjalankan PUASA RAMADHAN.. sekaligus Mohon Maaf Lahir dan Bathin jika ada kata kata maupun omongan dan pendapat yang telah menyinggung atau melukai perasaan para sahabat dan saudaraku yang kucinta dan kusayangi.. semoga bulan puasa ini menjadi momentum yang baik dalam melangkah dan menghampiriNYA.. dan menjadikan kita manusia seutuhnya meliputi lahir dan bathin.. meraih kesadaran diri manusia utuh..
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
August 19th, 2009 at 9:39 pm
kasihan orang2 yang dicurigai ….
August 19th, 2009 at 11:45 pm
oleh karenanya, sebagai seorang muslim marilah kita tunjukkan keteduhan islam dan keindahan akhlaq kita.
salam sukses.
August 20th, 2009 at 4:22 pm
*bertanda suhud di dahi* kayak seseorang he2..
Klo dah kyk gini jadina malah jadi paranoid orang2…
Let’s hope for the best 4 all..
_mohon maaf lahir batin jg ya (idem KangBoed) menyambut momentum mau puasa_
August 20th, 2009 at 10:23 pm
Yah kan emang seperti itu Fid, tujuannya adalah untuk memberikan label negatif kepada hal-hal yang terkait dengan nama islam…
Tapi mudah-mudahan kita sebagai umat islam bisa menilai dan berfikir secara jernih.
August 21st, 2009 at 11:45 am
ya begitulah pinternya orang jahat…
August 21st, 2009 at 5:14 pm
aku ingin seperti srigala namun yang baik hati dan tidak sombong hehehe…..
blue pamit yah
salam hangat selalu
August 21st, 2009 at 9:13 pm
andam dataaang
emm.. tadi mau ngomen apa yah? jadi lupa.. xixixi
August 22nd, 2009 at 6:25 am
numpang liwat lagi ah
August 22nd, 2009 at 4:09 pm
Kita sabar dulu sajalah..
Badai juga pasti berlalu.. amin..
August 22nd, 2009 at 6:25 pm
skenario yang terbaik di bulan ini sebaiknya kita atur sang actor untuk mendekat padaNYa coz berpuasa coz menciptakan kedamaian hehehe..
salam hangat dalam 2 msuimnya blue
August 23rd, 2009 at 4:39 pm
scenarionya blue tak berhasil bang
salam hangat selalu
August 24th, 2009 at 8:07 am
tragis… islamofobi di negara yg mayoritas penduduknya muslim…
August 24th, 2009 at 12:38 pm
gimana jadinya nangi ya? semua memang bisa dicurigai asalkan sudah ada bukti.
wah kalo soal sekenario saya juga tidak tau.
tapi memang dinegara kita sekarang ini lagi begitu.
tapi yakin saja, semua kebenaran pasti akan terungkap.
selamat menjalankan ibadah puasa aja, mohon maaf lahir dan batin. semoga yang tidak salah juga tidak dapat hukuman.
kenali dan kunjungi objek wisata di pandeglang
October 15th, 2009 at 10:59 am
Skenario atau KOnspirasi..??
December 28th, 2010 at 4:24 am
[...] bangsa ini supaya kita mau bekerja lebih keras dan lebih cerdas? Bencana, ricuh, Timnas kalah 3-0, isu simpang siur terhadap saudara sesama muslim, pemimpin bangsa yang tak lagi jadi teladan, dan segala macam dugaan korupsi yang melanda negeri? [...]