NATURE HOMEOSTASIS

11 November 2009 Hafid Algristian 9 komentar

“Kalau kau merasa beruntung kali ini, sesungguhnya kau berhutang pada alam semesta, untuk melakukan hal terbaik di kesempatan berikutnya. Kalau kau belum merasa beruntung, mungkin ada yang salah dari sudut pandangmu kali ini.

Tanya pada dirimu, pernahkah kau benar-benar merasa bersyukur, dengan berbagi seadil-adilnya atas nikmat yang kau dapat terhadap sesama?”


berbagi tak pernah rugi

… .

Read more…

(Jangan) Ganyang Malaysia!

16 Oktober 2009 Hafid Algristian 30 komentar

malaysia and indonesia

Postingan kali ini adalah direct posting dari komen saya terhadap notes FB teman, dengan sensor seperlunya.

Ternyata bahasa Indonesia lebih indah lho!!!
Setelah melakukan pengamatan bertanya sana-sini waktu Tour di KL.
Berikut rangkuman yg sempat tercatat.

INDONESIA : Kementerian Hukum dan HAM
MALAYSIA : Kementerian Tuduh Menuduh Read more…

Kopi dan Diare

14 Oktober 2009 Hafid Algristian 15 komentar

biji kopi pilihan, samarkan bau diare

“Dia suka kopi…” ujarnya kali waktu, saat saya sedang follow up kondisi anaknya. “Kopi kental, gula banyak-banyak.” Saya membalas senyumnya. Sambil menaburkan kopi, sang ibu memijit-mijit kaki anaknya. “Bosnya sering mentraktir dia, Mas. Sampai subuh baru pulang ke rumah, dianter sama bosnya. Paginya kerja lagi sampai sore. Begitu terus hampir tiap hari.” Seluruh pinggang anaknya tertutup kopi. Mau bagaimana lagi, baunya begitu amis semerbak ke seluruh bangsal ini. Di sini memang sudah cukup lazim mengunakan kopi untuk menyamarkan bau amis diare pasien.

Read more…

Earthquake did not kill…

10 Oktober 2009 Hafid Algristian 12 komentar

I hate to say this thing. I hate this quote. I hate to hear news about this.
But earthquake did not kill the people. The bad building did it. I hate to say this, but this is the truth.

Read more…

Jombang Pasti Bertabur Bintang

9 Oktober 2009 Hafid Algristian 14 komentar

Haduuh… Lama sekali ngga update, nih. Maap banget jadi jarang menyapa kawan-kawan blogger. Saya sudah bertekad, setelah menyelesaikan semua laporan penugasan saya satu bulan kemarin, akan saya posting semua tulisan tentang apa saja yang kami lakukan di Jombang. Beberapa foto berikut menceritakan tentang apa saja yang kami lakukan selama di Jombang tentang penanggulangan dan pencegahan gizi buruk dan gizi kurang di sana.

… .

Kalau Anda diminta memandirikan suatu desa sedangkan hanya diberikan waktu selama satu-dua minggu saja, apa yang kira-kira Anda lakukan?

Read more…

putri ku..

10 September 2009 Hafid Algristian 10 komentar

salamatus-saadahSaya lupa kapan terakhir kali kami bicara. Tepatnya, saya terlalu lama tidak menyempatkan bicara panjang lebar dengannya. Buruknya lagi, saya hampir saja lupa bahwa dia adalah pengguna alami otak kiri, dibandingkan otak kanannya. Pengguna alami otak kiri kebanyakan menyebalkan, seringkali bersikukuh pada pendapat pribadinya, kalau tidak disebut keras kepala, mereka tidak akan meyakini sesuatu yang baru sebelum mereka sendiri melihat yang sebenarnya.

Read more…

Mojoagung, I’m in Love..

9 September 2009 Hafid Algristian 18 komentar

Puskesmas Idaman Puskesmas MojoagungYa, ya. Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. Diukur dengan odometer di Jazz teman saya keluaran tahun 2002, dari titik kami berangkat di kampus sampai Puskesmas Mojoagung, kurang lebih 68.1 kilometer. Itu sudah termasuk putar balik yang memakan 1-2 kilo saat kami kebablasan, dan cari putar balik ke puskesmas…duh, minta ampun sulitnya. Belum lagi bis-bis dan truk-truk yang melaju kencang-kencang seenak udelnya. *bis punya udel?*

Read more…

Mendramatisir Perpisahan

9 September 2009 Hafid Algristian 12 komentar

Echoes_of_Summer_by_P0RG_editAda pertemuan, ada perpisahan. Siapa pun di dunia ini, suatu saat akan mengalami perpisahan dengan siapapun-apapun yang dia harapkan bertemu. Baik itu disengaja atau tidak, direncanakan atau tidak, suka atau tak suka, perpisahan itu akan selalu membuntuti setiap pertemuan. Siapa yang berharap bertemu, hendaknya dia siap berpisah. Begitulah hidup, segala sesuatunya diciptakanNya berpasang-pasangan.

Saya bukan orang yang lemah. Lebih tepatnya, saya bukan orang yang dengan gampangnya menunjukkan bahwa saya lemah. Dalam hati boleh merasakan perasaan yang sedih, duka, gundah gulana, namun luarnya harus tetap tegar dan kokoh. Sampai perut ini terasa teraduk-aduk pun, napas saya harus teratur, dada dibusungkan, punggung ditegakkan, suara harus tetap meyakinkan, dan pandangan mata harus lurus ke depan.

Bodoh, ya?

Read more…

Agonal: Sebuah Terimakasih

29 Agustus 2009 Hafid Algristian 19 komentar

thank-you typedSaya tidak pernah lupa akan mata itu. Mata penuh harap. Mata mengiba. Mata yang tak berhenti bercucuran air mata. Sepasang mata yang tak berhenti mengamati saya bekerja. Sepasang mata yang tak mau lepas menatap saat jarum ini mulai memasuki pembuluh nadinya. Sepasang mata yang mengawasi kehati-hatian saya, saat harus mengambil contoh darah untuk pemeriksaan analisa gas darah.

Jika ada seseorang yang mengucapkan terimakasih, akan kamu jawab apa?
Oh, terimakasih kembali. Oh, sama-sama. Oh, tidak usah sungkan.
Oh, iya, kalau ada apa-apa bilang aja, ya.
Bagaimana jika ada seseorang yang baru saja kehilangan ibunya, sedangkan peristiwa kehilangannya di depanmu, lalu dia mengucapkan terimakasih?
Akan kamu jawab apa?
Read more…

Mata, Mata Hati

25 Agustus 2009 Hafid Algristian 11 komentar

cute eyesDalam sepersekian detik, mata setiap orang terhubung dengan hatinya. Apa pun yang dilihatnya diubahnya menjadi sinyal-sinyal, disampaikannya ke hati, untuk diberi makna atas apa yang dia mengerti. Demikian sebaliknya; prasangka apapun yang dirasa dalam hati, suka, duka, gembira, gundah gulana, dikembalikannya sebagai sinyal-sinyal lembut, sehingga menggerakkan jalinan otot wajah dalam kombinasi yang kompleks, dalam ritme yang teratur. Perubahan sedikit saja pada suasana hati, mampu mengubah kompleksitas susunan otot wajah yang demikian halus, menghasilkan sebuah ekspresi yang bisa dipelajari. Inilah bukti keberadaan hidup. Inilah yang memberikan warna dalam kehidupan: mata hati.

Saya pernah mencoba sekali bermain-main dengan mata. Saya memintanya duduk dihadapan saya, lalu saya bercerita panjang lebar tentang kampus dan perkuliahan. Pada saat yang tepat, saya utarakan bahwa saya menaruh rasa padanya. Tanpa puisi, tanpa lagu, tanpa bahasa romantis apapun. Apalagi rayuan cengeng. Semuanya dikemas dalam suasana yang kaku, seperti angin yang berdenting saat menabrak kaca jendela. Bergeming.

Read more…

Skenarionya Berhasil?

19 Agustus 2009 Hafid Algristian 17 komentar

kevin-daniel-howling-wolves

Asas praduga tak bersalah ternyata tidak berlaku di masyarakat.

Dunia semakin gila. Entah bagaimana yang terjadi di luar sana, yang jelas ini betul-betul terjadi di negara kita. Apakah skenarionya berhasil?

Read more…

IBSN: Negri Lomba-Lomba

17 Agustus 2009 Hafid Algristian 17 komentar
bendera

ibsntag

MERDEKA!

dulu orang berlari mengusung senjata,
mati-matian bertahan di atas benteng
lambang harga diri
Read more…

Saya Tidak Percaya Bom

11 Agustus 2009 Hafid Algristian 17 komentar

bom marriottDari lubuk hati yang terdalam, kami menyampaikan duka sedalam-dalamnya kepada seluruh korban perang di muka bumi ini, baik di negara kami maupun di seluruh belahan bumi yang lain. Kami selalu berdoa supaya semua dosanya diampuni, diterima seluruh amal kebaikannya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisiNya. Semoga keluarga dan sanak saudara yang ditinggalkan diberi ketabahan untuk mengenang mereka dalam doanya, dan dibekali semangat untuk mempromosikan bahwa perang sesama saudara hanyalah menambah luka di hadapanNya.

Saya hampir tidak percaya bom. Peristiwa terakhir di JW Marriott dan Ritz Carlton hanyalah menambah daftar panjang rasa ketidakpercayaan saya. Saya tahu pemboman itu terjadi, saya melihat rekamannya, membaca dan menyimak beritanya, membandingkan jumlah korban dengan peristiwa serupa di tempat lain, dan saya masih tetap tak percaya. Saya tidak percaya bahwa hal itu betul-betul terjadi. Read more…

IBSN | Agonal: Pergi Selamanya

7 Agustus 2009 Hafid Algristian 18 komentar

Agonal: Pergi SelamanyaNapasnya satu-satu. Wajahnya menyeringai, seolah melihat sesuatu yang menyeramkan di sana. Bola matanya telah membalik ke arah atas, sehingga hanya sebagian besar sklera putihnya yang kini tampak kemerahan menahan sakit. Ruhnya tercabut, dan saya ’sukses’ mendampingi pasien saya pergi untuk selamanya.

Mengiba dan mengharap. Sempat tertangkap setitik embun yang merembes di ujung pipinya. Ada berjuta-juta cinta di mata sang suami itu. Melihat kami yang sedang melakukan resusitasi, berusaha membuat nenek ini bernapas kembali. Kami tahu itu tidak mungkin. Dan saya yakin pak tua itu juga mengerti bahwa tidak mungkin kami menuntut Tuhan yang sejak awal telah menggenggam jiwa nenek ini.

ibsntag
Read more…

Lelah.

1 Agustus 2009 Hafid Algristian 16 komentar

mas-capek“Kapan seorang muslim beristirahat? Saat kakinya telah menginjak surga.”

Saya lelah. Bener-bener lelah. Dan baru kali ini saya merasa, menulis bukan pelarian yang tepat untuk saat ini. Karena masalah yang sebenarnya ada di dalam sini. Mau ditumpahkan pun, rasanya hanya terjadi efek duplikasi…

Read more…

Categories: selfish! Tag:, ,